Perantara dapat membuat komunikasi antara pihak-pihak yang bertransaksi lebih terarah, tetapi keberadaannya tidak otomatis menjelaskan siapa yang berhak mengambil keputusan atau menanggung setiap tugas. Batas itu perlu dibuat terang: apa yang dikerjakan perantara, apa yang tetap menjadi keputusan pihak penjual dan pembeli, serta bagaimana informasi dan persetujuan disampaikan.
CALO123: Saat Ada Perantara dalam Transaksi, Siapa Bertanggung Jawab atas Apa?
Dalam transaksi properti, makelar berperan menjembatani pembeli dan penjual; jasa perantara juga disebut dalam kegiatan jual, beli, dan sewa properti [1]. Gambaran "jembatan" ini menjelaskan fungsi penghubung, tetapi belum merinci kewenangan dalam setiap kesepakatan. Karena itu, jangan menganggap perantara otomatis berwenang memutuskan harga, menyetujui syarat, atau berbicara atas nama salah satu pihak.
Pisahkan fungsi penghubung dari hak mengambil keputusan
Perantara bisa ditugasi menyampaikan penawaran, mengatur komunikasi, atau meneruskan pertanyaan. Namun, tugas-tugas tersebut sebaiknya dirumuskan sebagai ruang kerja yang disepakati, bukan diasumsikan hanya karena seseorang mempertemukan para pihak.
Penjual dan pembeli dapat menetapkan sendiri siapa yang menyiapkan informasi, siapa yang memeriksanya, dan siapa yang memberikan persetujuan akhir. Jika perantara hanya meneruskan pesan, misalnya, pastikan para pihak tahu bahwa pesan itu belum tentu merupakan persetujuan. Bila ia juga diminta merundingkan syarat, tuliskan batas yang boleh dinegosiasikan dan keputusan apa yang tetap harus dikonfirmasi langsung oleh pihak terkait.
Alur komunikasi yang tidak membuat pesan tersesat
Kesepakatan lebih mudah diikuti jika jalur komunikasi disebutkan sejak awal. Tentukan siapa menghubungi siapa, melalui saluran apa, dan bagaimana perubahan penawaran atau syarat dicatat. Dengan begitu, para pihak dapat membedakan informasi yang baru diteruskan dari keputusan yang benar-benar sudah disepakati.
Beberapa hal yang patut diperjelas antara lain:
- Informasi apa yang boleh disampaikan perantara, dan siapa yang perlu memeriksa atau mengonfirmasinya.
- Apakah perantara hanya meneruskan penawaran atau boleh membahas perubahan syarat dalam batas tertentu.
- Bagaimana persetujuan akhir dicatat agar semua pihak merujuk pada isi yang sama.
- Kepada siapa pertanyaan tentang harga, kondisi objek, pembayaran, atau dokumen harus diarahkan.
- Jika ada imbalan untuk perantara, siapa yang membayar, berapa jumlahnya, dan kapan pembayaran disepakati.
Daftar ini bukan jawaban hukum yang berlaku seragam untuk setiap transaksi. Fungsinya adalah membantu para pihak menyusun kesepakatan yang sesuai dengan peran yang mereka berikan kepada perantara. Jika transaksi memerlukan kepastian hukum, mintalah penjelasan dari pihak yang berwenang atau profesional yang relevan.
Hal yang perlu ditulis, bukan hanya dibicarakan
Catatan kesepakatan sebaiknya menyebut identitas para pihak, objek transaksi, ruang tugas perantara, batas kewenangannya, alur persetujuan, dan hal-hal yang masih harus dikonfirmasi. Jika ada perubahan, cantumkan perubahan itu dengan jelas agar tidak bergantung pada ingatan atau pesan yang tersebar di beberapa tempat.
Perantara dapat membantu mempertemukan dan menghubungkan komunikasi, tetapi pembagian tugas tidak seharusnya dibiarkan tersirat. Ketika pihak yang menyampaikan informasi, pihak yang memutuskan, dan pihak yang menjalankan kesepakatan disebut secara jelas, masing-masing lebih mudah memahami bagian yang menjadi tanggung jawabnya.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia β Makelar properti. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=25506594&title=Makelar_properti (diakses 2026-10-02).